Pertemuan IV Kelas XII.S2 (Bab II : Ber-Pancasila Dalam Menghadapi Kehidupan Global)
IDENTITAS :
1. Nama Guru : Amelia Agestin, S.Pd.,
2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XII.S2
4. Pertemuan : 4
MATERI : Materi Bab II (Ber-Pancasila Dalam Menghadapi Kehidupan Global)
CAPAIAN PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
- Peserta didik mampu mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila - sila dalam Pancasila.
- Peserta didik mampu menganalisis kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara serta peluang dan tantangan penerapan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global dan mampu membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai - nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari - hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Mampu mempraktikkan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat melalui perancangan portofolio “Saya Ber-Pancasila” sebagai dokumentasi praktiknya.
- Mampu menganalisis peluang dan kekuatan Indonesia sebagai upaya untuk menerapkan Pancasila dalam kehidupan global.
- Mampu mengkaji kelemahan Indonesia serta tantangan yang sedang dan akan dihadapi oleh Indonesia untuk menerapkan Pancasila dalam kehidupan global.
METODE PEMBELAJARAN :
- Diskusi/Tanya Jawab
- Studi Kasus
- Discovery Learning
- Project Based Learning
PENGEMBANGAN MATERI :
Assalamualaikum Wr.Wb. Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang Kelas XII ? Selamat datang di Kelas XII anak – anak ibu, ibu Doakan semuanya bisa meraih cita – cita yang diinginkan untuk tahapan selanjutnya setelah lulus dari SMA ini, Amiin Yarabbalamin.. Semoga semuanya hari ini dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini, sudah siap belajar semuanya? Kita akan mulai kembali pembelajaran kita di pertemuan 3 di Semester Genap Tahun 2025 ini dengan membahas materi pembahasan terkait Ber-Pancasila Dalam Menghadapi Kehidupan Global. Menurut Pendapatmu, bagaimana penerapan nilai – nilai Pancasila di era modernisasi/globalisasi saat ini ?
A. Kekuatan Bangsa Menghadapi Tantangan Zaman
Pancasila hanya dimilikki oleh NKRI. Pancasila berperan penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman dari segala aspek. Nilai - nilai luhur Pancasila menjadi kekuatan pemersatu bangsa dan memberikan pedoman dalam menjaga keutuhan NKRI. Pancasila juga menjadi alat untuk menyaring pengaruh globalisasi dan modernisasi, memberikan edukasi terkait pentingnya memilikki pedoman hidup serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi bangsa dan negara. Berikut adalah manfaat adanya penerapan Pancasila, yaitu diantaranya sebagai berikut :
1. Pancasila Sebagai Dasar Negara
Dasar negara akan menentukan bentuk negara, bentuk dan sistem pemerintahan serta tujuan negara yang ingin dicapai dan jalan apa yang ditempuh untuk mewujudkan tujuan suatu negara. Pancasila sebagai dasar negara bagi negara NKRI, antara lain termuat dalam UUD NRI Tahun 1945 yang bermakna, Negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk Republik (Pasal 1 UUD Negara Republik Indonesia 1945). Pancasila menjadi fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia dalam menjalani kehidupan global. Tanpa dasar negara, Indonesia akan menjadi negara yang tidak memilikki pedoman hidup, sehingga karena adanya perbedaan di segala aspek kehidupan maka akan mudah terpecah belah.
2. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Pancasila sebagai pandangan hidup bermakna bahwa nilai - nilai keTuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini/dipercaya kebenarannya, kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti nilai - nilai Pancasila melekat dalam kehidupan masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak. Pancasila sebagai pandangan hidup berarti nilai - nilai Pancasila melekat dalam kehidupan masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak.
3. Pancasila Sumber Dari Segala Sumber Hukum
Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum memilikki makna bahwa Pancasila berperan dalam mengatur dan menjalankan tata kelola kenegaraan/pemerintahan serta menjadi acuan dalam merumuskan suatu kebijakan tertentu. Selain itu, Pancasila merupakan sumber segala sumber hukum atau ketertiban hukum di NKRI. Hal ini ditegaskan oleh Peraturan MPR no. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Cara Perundang - undangan. Pasal 1 TAP MPR mempunyai 3 isi, yaitu diantaranya :
- Sumber hukum adalah sumber yang digunakan sebagai bahan penyusunan peraturan perundang-undangan.
- Sumber hukum terdiri dari sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak tertulis.
- Sumber konstitusi nasional adalah Pancasila, sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan Undang - Undang Dasar 1945.
4. Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa
Pancasila merupakan kepribadian bangsa indonesia karena pancasila merupakan ciri yang khas kepada bangsa indonesia dan tidak dapat dipisahkan dari bangsa indonesia dengan mempunyai 5 sila dengan pengalaman masing - masing. Tujuan yang akan dicapai oleh bangsa indonesia, yakni suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila didalam NKRI yang merdeka., berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, tertib dan damai. Perilaku/sikap bangsa Indonesia haruslah mencerminkan nilai – nilai dalam Pancasila dan tercermin dari 1 generasi ke generasi yang lainnya.
B. Keberagaman Bangsa Indonesia
1. Keberagaman Suku Bangsa
Indonesia dikenal sebagai salah 1 negara dengan jumlah suku dan budaya yang sangat beragam. Lebih dari 1.300 suku bangsa tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, dan setiap suku memiliki tradisi, bahasa, dan budaya uniknya sendiri. Bhinneka Tunggal Ika mendorong pengakuan dan penghormatan terhadap keberagaman suku ini. Meskipun berbeda - beda, setiap suku berkontribusi pada kekayaan budaya Indonesia dan memperkuat fondasi bangsa ini.
2. Keberagaman Agama
Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan beragam agama. Islam, Kristen, Hindu, Budha, Khonghucu dan agama - agama lainnya diakui dan dihormati. Kebebasan beragama dan beribadah dijamin oleh konstitusi Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya toleransi agama dan mengingatkan bahwa semua agama memiliki hak yang sama di bawah hukum.
3. Keberagaman Ras
Keberagaman ras di Indonesia mencerminkan sejarah panjang bangsa ini. Berbagai ras dan etnis, seperti Jawa, Sunda, Batak, Papua, Cina, dan Arab, hidup berdampingan dalam 1 negara. Bhinneka Tunggal Ika menjadikan setiap individu merasa bangga dengan identitasnya, tanpa terkait dengan ras atau etnisnya. Ini berarti menerima dan menghormati orang lain tanpa memandang ras atau keturunan mereka.
4. Keberagaman Antargolongan
Selain keberagaman suku, agama, dan ras, Indonesia juga memiliki beragam kelompok sosial dan ekonomi. Bhinneka Tunggal Ika mendorong penghargaan terhadap berbagai lapisan masyarakat, termasuk golongan ekonomi yang berbeda. Upaya - upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi merupakan langkah yang sangat penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
C. Sumber Daya Alam Yang Melimpah
1. Hutan
Sumber daya hutan telah memberikan peranan signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Hutan merupakan suatu areal lahan lebih dari 6,25 hektare dengan pohon - pohon lebih tinggi dari 5 meter pada waktu dewasa dan tutupan kanopi lebih dari 30%. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (2018), Indonesia mengalokasikan 63% atau seluas 120,6 juta hektare daratannya sebagai kawasan hutan. Fungsi kawasan hutan Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi.
2. Barang Tambang
Pertambangan merupakan suatu kegiatan untuk mengambil endapan bahan galian yang bernilai ekonomis dan berharga dari dalam kulit bumi secara mekanis maupun manual pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi maupun di bawah air (Badan Pusat Statistik RI, 2019). Barang tambang merupakan sumber daya alam yang berasal dari perut bumi. Di Indonesia, penggolongan barang tambang didasari oleh Undang - Undang No. 11 Tahun 1967 Tentang Pertambangan, terdiri dari 3 golongan yaitu golongan A, B, dan C.
3. Hasil Laut
Lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan keanekaragaman sumber daya alamnya. Berdasarkan laporan kinerja Kemenko Kemaritiman & Investasi RI Tahun 2018, laut Indonesia menyimpan 37% spesies sumber daya hayati dunia, 17,95% terumbu karang dunia, 30% hutan bakau dan padang lamun. Berbagai spesies hidup di perairan Indonesia. Laut Indonesia juga menyimpan potensi kekayaan yang besar, apabila dimanfaatkan dengan optimal dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
D. Kelemahan Bangsa Yang Harus Dihilangkan
1. Sumber Daya Manusia Rendah
- Kurangnya akses pendidikan
- Tingkat kesehatan rendah
- Peluang kerja sedikit
2. Ketimpangan Ekonomi
3. Pembangunan Tidak Merata
- Infrastruktur terpusat
- Penduduk jawa padat
- Perputaran uang menjadi terpusat
E. Tantangan Pancasila Di Kehidupan Global
1. Individualisme
Paham yang mengutamakan kepentingan individu di atas kepentingan kelompok atau masyarakat. Dalam konteks sosial, individualisme bisa berarti kurangnya kepedulian terhadap orang lain, tidak mau bekerja sama, atau cenderung mementingkan diri sendiri.
2. Peperangan
Konflik bersenjata antara dua atau lebih kelompok yang melibatkan kekerasan dan permusuhan. Peperangan dapat terjadi antar negara, kelompok etnis, agama, atau bahkan dalam satu negara. Dampak peperangan sangat buruk, termasuk korban jiwa, kerusakan harta benda, dan trauma psikologis.
3. Toleransi/Intoleransi
Perilaku/sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan, baik itu perbedaan agama, suku, budaya, pendapat, maupun pandangan hidup. Toleransi penting untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan damai.
4. Radikalisme
Paham atau gerakan yang menginginkan perubahan secara drastis dan cenderung menggunakan cara-cara kekerasan atau kekacauan untuk mencapai tujuan. Radikalisme seringkali berkaitan dengan ideologi ekstreme, intoleransi, dan intoleransi terhadap perbedaan.
5. Permasalahan Lingkungan
Dalam hal meliputi berbagai masalah yang timbul akibat aktivitas manusia yang merusak lingkungan, seperti polusi udara dan air, deforestasi, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Permasalahan lingkungan dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya kita memilikki karakter yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila. Karakter akan tercipta apabila kita paham Pancasila dan secara sadar menjadikan Pancasila sebagai pedoman/petunjuk. Dengan kata lain, agar dapat menjadi sebuah karakter, maka kita harus mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Sajikan Contoh Penerapan Aktualisasi Nilai – Nilai Pancasila (5 Sila) Dalam Kehidupan Sehari – Hari Yang Menjadi Pedoman Dalam Bersikap & Berperilaku :
a. Lingkungan Keluarga
b. Lingkungan Sekolah
c. Lingkungan Masyarakat
Demikian pembelajaran kita pada hari ini, terkait pembahasan materi Ber-Pancasila Dalam Menghadapi Kehidupan Global. Kita akan kembali melanjutkan materi kita pada pertemuan selanjutnya. Silahkan kerjakan tugas yang ibu berikan ya nak untuk pemahaman mendalam kalian terkait materi, minggu depan akan kita bahas bersama – sama. Terimakasih anak – anak Ibu Kelas XII, semoga dapat memahami materi ini dengan baik,, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar