Pertemuan III Kelas XII.S1//A5 (Bab II : Ber-Pancasila Dalam Menghadapi Kehidupan Global)
IDENTITAS :
1. Nama Guru : Amelia Agestin, S.Pd.,
2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XII.S1
4. Pertemuan : 3
MATERI : Materi Bab II (Ber-Pancasila Dalam Menghadapi
Kehidupan Global)
CAPAIAN PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
-
Peserta didik mampu
mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila - sila dalam Pancasila.
-
Peserta didik mampu menganalisis
kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara serta peluang dan tantangan
penerapan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global dan mampu membiasakan
perilaku yang sesuai dengan nilai - nilai Pancasila sebagai identitas nasional
dalam kehidupan sehari - hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Mampu mempraktikkan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat melalui
perancangan portofolio “Saya Ber-Pancasila” sebagai dokumentasi praktiknya.
- Mampu menganalisis peluang dan kekuatan Indonesia
sebagai upaya untuk menerapkan Pancasila dalam kehidupan global.
- Mampu mengkaji kelemahan Indonesia serta
tantangan yang sedang dan akan dihadapi oleh Indonesia untuk menerapkan
Pancasila dalam kehidupan global.
METODE
PEMBELAJARAN :
-
Diskusi/Tanya Jawab
-
Studi Kasus
- Discovery
Learning
-
Project Based Learning
PENGEMBANGAN MATERI :
Assalamualaikum
Wr.Wb. Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang Kelas XII ? Selamat datang di
Kelas XII anak – anak ibu, ibu Doakan semuanya bisa meraih cita – cita yang
diinginkan untuk tahapan selanjutnya setelah lulus dari SMA ini, Amiin
Yarabbalamin.. Semoga semuanya hari ini dalam keadaan bahagia, sehat dan
semangat mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini, sudah siap belajar
semuanya? Kita akan mulai kembali pembelajaran kita di pertemuan 3 di Semester
Genap Tahun 2025 ini dengan membahas materi pembahasan terkait Ber-Pancasila
Dalam Menghadapi Kehidupan Global. Menurut Pendapatmu, bagaimana penerapan nilai
– nilai Pancasila di era modernisasi/globalisasi saat ini ?
A.
Kekuatan
Bangsa Menghadapi Tantangan Zaman
Pancasila
hanya dimilikki oleh NKRI. Pancasila berperan penting dalam menghadapi berbagai
tantangan zaman dari segala aspek. Nilai - nilai luhur Pancasila menjadi
kekuatan pemersatu bangsa dan memberikan pedoman dalam menjaga keutuhan NKRI.
Pancasila juga menjadi alat untuk menyaring pengaruh globalisasi dan
modernisasi, memberikan edukasi terkait pentingnya memilikki pedoman hidup
serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi bangsa dan
negara. Berikut adalah manfaat adanya penerapan Pancasila, yaitu diantaranya
sebagai berikut :
1. Pancasila
Sebagai Dasar Negara
Dasar
negara akan menentukan bentuk negara, bentuk dan sistem pemerintahan serta
tujuan negara yang ingin dicapai dan jalan apa yang ditempuh untuk mewujudkan
tujuan suatu negara. Pancasila sebagai dasar negara bagi negara NKRI, antara
lain termuat dalam UUD NRI Tahun 1945 yang bermakna, Negara Indonesia merupakan
negara kesatuan yang berbentuk Republik (Pasal 1 UUD Negara Republik Indonesia
1945). Pancasila menjadi fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia dalam menjalani
kehidupan global. Tanpa dasar negara, Indonesia akan menjadi negara yang tidak
memilikki pedoman hidup, sehingga karena adanya perbedaan di segala aspek
kehidupan maka akan mudah terpecah belah.
2. Pancasila
Sebagai Pandangan Hidup
Pancasila
sebagai pandangan hidup bermakna bahwa nilai - nilai keTuhanan, kemanusiaan,
persatuan, kerakyatan, dan keadilan diyakini/dipercaya kebenarannya,
kebaikannya, keindahannya, dan kegunaannya oleh bangsa Indonesia yang dijadikan
sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila
sebagai pandangan hidup berarti nilai - nilai Pancasila melekat dalam kehidupan
masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak. Pancasila sebagai
pandangan hidup berarti nilai - nilai Pancasila melekat dalam kehidupan
masyarakat dan dijadikan norma dalam bersikap dan bertindak.
3. Pancasila
Sumber Dari Segala Sumber Hukum
Pancasila
sebagai sumber segala sumber hukum memilikki makna bahwa Pancasila berperan
dalam mengatur dan menjalankan tata kelola kenegaraan/pemerintahan serta
menjadi acuan dalam merumuskan suatu kebijakan tertentu. Selain itu, Pancasila
merupakan sumber segala sumber hukum atau ketertiban hukum di NKRI. Hal ini
ditegaskan oleh Peraturan MPR no. III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata
Cara Perundang - undangan. Pasal 1 TAP MPR mempunyai 3 isi, yaitu
diantaranya :
-
Sumber hukum adalah sumber yang digunakan sebagai bahan penyusunan peraturan
perundang-undangan.
-
Sumber hukum terdiri dari sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak
tertulis.
-
Sumber konstitusi nasional adalah Pancasila, sebagaimana tercantum dalam
pembukaan UUD 1945, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan Undang - Undang Dasar 1945.
4.
Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa
Pancasila
merupakan kepribadian bangsa indonesia karena pancasila merupakan ciri yang
khas kepada bangsa indonesia dan tidak dapat dipisahkan dari bangsa indonesia
dengan mempunyai 5 sila dengan pengalaman masing - masing. Tujuan yang akan
dicapai oleh bangsa indonesia, yakni suatu masyarakat adil dan makmur
berdasarkan Pancasila didalam NKRI yang merdeka., berdaulat, bersatu dan
berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram,
tertib dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, tertib
dan damai. Perilaku/sikap bangsa Indonesia haruslah mencerminkan nilai – nilai
dalam Pancasila dan tercermin dari 1 generasi ke generasi yang lainnya.
B. Keberagaman
Bangsa Indonesia
1. Keberagaman
Suku Bangsa
Indonesia
dikenal sebagai salah 1 negara dengan jumlah suku dan budaya yang sangat
beragam. Lebih dari 1.300 suku bangsa tersebar di seluruh kepulauan Indonesia,
dan setiap suku memiliki tradisi, bahasa, dan budaya uniknya sendiri. Bhinneka
Tunggal Ika mendorong pengakuan dan penghormatan terhadap keberagaman suku ini.
Meskipun berbeda - beda, setiap suku berkontribusi pada kekayaan budaya
Indonesia dan memperkuat fondasi bangsa ini.
2. Keberagaman
Agama
Indonesia
juga dikenal sebagai negara dengan beragam agama. Islam, Kristen, Hindu, Budha,
Khonghucu dan agama - agama lainnya diakui dan dihormati. Kebebasan beragama
dan beribadah dijamin oleh konstitusi Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika
mengajarkan pentingnya toleransi agama dan mengingatkan bahwa semua agama
memiliki hak yang sama di bawah hukum.
3. Keberagaman
Ras
Keberagaman
ras di Indonesia mencerminkan sejarah panjang bangsa ini. Berbagai ras dan
etnis, seperti Jawa, Sunda, Batak, Papua, Cina, dan Arab, hidup berdampingan
dalam 1 negara. Bhinneka Tunggal Ika menjadikan setiap individu merasa bangga
dengan identitasnya, tanpa terkait dengan ras atau etnisnya. Ini berarti
menerima dan menghormati orang lain tanpa memandang ras atau keturunan mereka.
4. Keberagaman
Antargolongan
Selain
keberagaman suku, agama, dan ras, Indonesia juga memiliki beragam kelompok
sosial dan ekonomi. Bhinneka Tunggal Ika mendorong penghargaan terhadap
berbagai lapisan masyarakat, termasuk golongan ekonomi yang berbeda. Upaya -
upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi merupakan langkah yang
sangat penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
C. Sumber
Daya Alam Yang Melimpah
1.
Hutan
Sumber
daya hutan telah memberikan peranan signifikan dalam mendukung pembangunan
ekonomi Indonesia. Hutan merupakan suatu areal lahan lebih dari 6,25 hektare
dengan pohon - pohon lebih tinggi dari 5 meter pada waktu dewasa dan tutupan
kanopi lebih dari 30%. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan RI (2018), Indonesia mengalokasikan 63% atau seluas 120,6 juta
hektare daratannya sebagai kawasan hutan. Fungsi kawasan hutan Indonesia dapat
diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu hutan produksi, hutan lindung, dan
hutan konservasi.
2. Barang
Tambang
Pertambangan
merupakan suatu kegiatan untuk mengambil endapan bahan galian yang bernilai
ekonomis dan berharga dari dalam kulit bumi secara mekanis maupun manual pada
permukaan bumi, di bawah permukaan bumi maupun di bawah air (Badan Pusat
Statistik RI, 2019). Barang tambang merupakan sumber daya alam yang berasal
dari perut bumi. Di Indonesia, penggolongan barang tambang didasari oleh Undang
- Undang No. 11 Tahun 1967 Tentang Pertambangan, terdiri dari 3 golongan yaitu
golongan A, B, dan C.
3.
Hasil
Laut
Lautan Indonesia terkenal dengan kekayaan keanekaragaman
sumber daya alamnya. Berdasarkan laporan kinerja Kemenko Kemaritiman &
Investasi RI Tahun 2018, laut Indonesia menyimpan 37% spesies sumber daya
hayati dunia, 17,95% terumbu karang dunia, 30% hutan bakau dan padang lamun.
Berbagai spesies hidup di perairan Indonesia. Laut Indonesia juga menyimpan
potensi kekayaan yang besar, apabila dimanfaatkan dengan optimal dapat
memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.
D.
Kelemahan Bangsa Yang Harus Dihilangkan
1.
Sumber Daya Manusia Rendah
-
Kurangnya akses pendidikan
-
Tingkat kesehatan rendah
-
Peluang kerja sedikit
2.
Ketimpangan Ekonomi
3.
Pembangunan Tidak Merata
-
Infrastruktur terpusat
-
Penduduk jawa padat
-
Perputaran uang menjadi terpusat
E.
Tantangan Pancasila Di Kehidupan Global
1.
Individualisme
Paham yang
mengutamakan kepentingan individu di atas kepentingan kelompok atau
masyarakat. Dalam konteks sosial, individualisme bisa berarti
kurangnya kepedulian terhadap orang lain, tidak mau bekerja sama, atau
cenderung mementingkan diri sendiri.
2. Peperangan
Konflik
bersenjata antara dua atau lebih kelompok yang melibatkan kekerasan dan
permusuhan. Peperangan dapat terjadi antar negara, kelompok etnis, agama,
atau bahkan dalam satu negara. Dampak peperangan sangat buruk, termasuk
korban jiwa, kerusakan harta benda, dan trauma psikologis.
3. Toleransi/Intoleransi
Perilaku/sikap
saling menghargai dan menghormati perbedaan, baik itu perbedaan agama, suku,
budaya, pendapat, maupun pandangan hidup. Toleransi penting untuk
menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan damai.
4. Radikalisme
Paham atau
gerakan yang menginginkan perubahan secara drastis dan cenderung menggunakan
cara-cara kekerasan atau kekacauan untuk mencapai tujuan. Radikalisme
seringkali berkaitan dengan ideologi ekstreme, intoleransi, dan
intoleransi terhadap perbedaan.
5. Permasalahan
Lingkungan
Dalam hal meliputi berbagai masalah yang timbul akibat
aktivitas manusia yang merusak lingkungan, seperti polusi udara dan air,
deforestasi, perubahan iklim, dan hilangnya keanekaragaman
hayati. Permasalahan lingkungan dapat mengancam keberlangsungan hidup
manusia dan makhluk hidup lainnya. Sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya
kita memilikki karakter yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila. Karakter
akan tercipta apabila kita paham Pancasila dan secara sadar menjadikan
Pancasila sebagai pedoman/petunjuk. Dengan kata lain, agar dapat menjadi sebuah
karakter, maka kita harus mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari – hari,
baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Sajikan Contoh Penerapan Aktualisasi Nilai –
Nilai Pancasila (5 Sila) Dalam Kehidupan Sehari – Hari Yang Menjadi Pedoman
Dalam Bersikap & Berperilaku :
a. Lingkungan Keluarga
b. Lingkungan Sekolah
c. Lingkungan Masyarakat
Demikian
pembelajaran kita pada hari ini, terkait pembahasan materi Ber-Pancasila
Dalam Menghadapi Kehidupan Global. Kita akan kembali melanjutkan materi
kita pada pertemuan selanjutnya. Silahkan kerjakan tugas yang ibu berikan ya
nak untuk pemahaman mendalam kalian terkait materi, minggu depan akan kita
bahas bersama – sama. Terimakasih anak – anak Ibu Kelas XII, semoga dapat memahami
materi ini dengan baik,, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.


Komentar
Posting Komentar