Pertemuan II Kelas XII.S2//XII.A5 (Bab I : Ber-Pancasila Dalam Keseharian Di Masyarakat)
IDENTITAS :
1. Nama Guru : Amelia Agestin, S.Pd.,
2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XII.S2/A5
4. Pertemuan : 2
MATERI : Materi Bab I (Ber-Pancasila Dalam Keseharian Di
Masyarakat)
CAPAIAN PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
-
Peserta didik mampu
mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila - sila dalam Pancasila.
-
Peserta didik mampu menganalisis
kedudukan Pancasila sebagai ideologi negara serta peluang dan tantangan
penerapan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global dan mampu membiasakan
perilaku yang sesuai dengan nilai - nilai Pancasila sebagai identitas nasional
dalam kehidupan sehari - hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Mampu mempraktikkan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat melalui
perancangan portofolio “Saya Ber-Pancasila” sebagai dokumentasi praktiknya.
- Mampu menganalisis peluang dan kekuatan Indonesia
sebagai upaya untuk menerapkan Pancasila dalam kehidupan global.
- Mampu mengkaji kelemahan Indonesia serta tantangan
yang sedang dan akan dihadapi oleh Indonesia untuk menerapkan Pancasila dalam
kehidupan global.
METODE
PEMBELAJARAN :
-
Diskusi/Tanya Jawab
-
Studi Kasus
- Discovery
Learning
-
Project Based Learning
PENGEMBANGAN MATERI :
Assalamualaikum
Wr.Wb. Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang Kelas XII ? Selamat datang di
Kelas XII anak – anak ibu, ibu Doakan semuanya bisa meraih cita – cita yang
diinginkan untuk tahapan selanjutnya setelah lulus dari SMA ini, Amiin
Yarabbalamin.. Semoga semuanya hari ini dalam keadaan bahagia, sehat dan
semangat mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini, sudah siap belajar
semuanya? Kita akan mulai kembali pembelajaran kita di pertemuan 2 di Semester
Genap Tahun 2025 ini dengan membahas materi pembahasan terkait Ber-Pancasila
Dalam Keseharian Di Masyarakat. Apakah perilaku/sikap yang kita lakukan
dalam kehidupan sehari – hari sudah sesuai dengan nilai – nilai yang terkandung
dalam Pancasila ?
Pancasila
memilikki fungsi sebagai dasar negara dan pandangan hidup bagi bangsa
Indonesia. Pancasila dijadikan dasar negara dan pandangan hidup bangsa
Indonesia, karena di dalam Pancasila terdapat nilai – nilai yang bisa
diaktualisasikan dalam kehidupan sehari – hari. Bahkan nilai – nilai yang
terkandung di dalam Pancasila sebenarnya merupakan nilai – nilai yang sudah ada
sejak lama dan sudah biasa dilakukan pada zaman nenek moyang masyarakat
Indonesia dahulu. Meskipun kita masih menjumpai sejumlah praktik ber –
Pancasila yang harus diperbaiki dalam kehidupan sehari – hari, setidaknya kita
dapat memulai mengamalkan Pancasila dari diri kita sendiri. Mengamalkan nilai –
nilai Pancasila, secara tidak langsung akan membuat diri menjadi lebih baik
serta dapat berkontribusi untuk turut serta memajukan bangsa dan negara.
Berikut adalah beberapa bentuk pengamalan Sila dalam
Pancasila, yaitu diantaranya sebagai berikut :
Sila 1 : KeTuhanan
Yang Maha Esa
Memeluk dan mengimani salah 1 agama/kepercayaannya serta mengamalkan ajaran – ajaran agama/kepercayaan tersebut sebaik – baiknya serta mematuhi perintah agamanya dan menjauhi hal yang dilarang oleh agama/kepercayaannya.
Menerapkan toleransi antar umat beragama. Tidak menghalang – halangi umat lain menjalankan/melaksanakan dan beribadah untuk agamanya.
B. Sila
2 : Kemanusiaan Yang Adil & Beradab
1. Persamaan hak & kewajiban serta kedudukan semua insan manusia di segala aspek kehidupan.
Tidak melakukan bullying, kekerasan dan kejahatan kepada orang lain baik secara fisik maupun non – fisik.
Sila
3 : Persatuan Indonesia
1. Menjaga
semangata persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai ATHG yang dapat menganggu
stabilitas negara.
2. Mempertahankan tradisi dan kebudayaan bangsa serta mengedukasi generasi selanjutnya untuk dapat terus menjaga kelestariannya.
Sila
4 : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan
Perwakilan
1.
Melakukan musyarawah & membuat forum
diskusi secara bersama – sama dalam mengambil keputusan yang terkait dengan
kepentingan bersama/umum.
2.
Berani ikut serta dalam upaya menyampaikan
ide/gagasan serta solusi terkait yang dianggap relevan dengan topik tertentu.
Sila
5 : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
1. Tidak melakukan Tindakan yang dapat merugikan orang lain, seperti melakukan pemerasan, penipuan, dan mengambil barang/harta orang lain.
Memanfaatkan sarana dan prasana serta fasilitas yang tersedia dengan sebaik mungkin dan sebagaimana mestinya, serta dapat menjaganya.
Demikian
pembelajaran kita pada hari ini, terkait pembahasan materi Ber-Pancasila
Dalam Keseharian Di Masyarakat. Kita akan Kembali melanjutkan materi
kita masih tentang Pancasila pada pertemuan selanjutnya. Terimakasih anak –
anak Ibu Kelas XII, semoga dapat memahami materi ini dengan baik, dan untuk
pemahaman mendalam terkait materi ada tugas yang harus kalian kerjakan. Berikut
ibu lampirkan dibawah ini, semoga dapat memahami dan mengerjakannya dengan
sebaik mungkin ya nak, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Tugas
Pertemuan Selanjutnya (Kerjakan Di Buku Tulis Masing-Masing, Sertakan
Referensi/Sumber Kalian Mencari Jawaban Tersebut)
1.
Carilah
bentuk - bentuk pengamalan setiap Sila dalam Pancasila & sertakan contoh
terkini dari bentuk – bentuk pengamalan Sila tersebut!
NOTED : Di print out contohnya dan lampirkan
di setiap jawabannya.
CONTOH JAWABAN :
1. Bukti pengamalan Sila 1 dalam
Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa adalah bentuk pengamalan bahwa setiap
insan manusia haruslah memilikki dan mempunyai keYakinan terhadap
agama/kepercayaan yang dianggapnya benar dan patut untuk diamalkan setiap
ajarannya. Di Indonesia, pemerintah mengakui 6 kepercayaan yang dapat untuk
dipilih masyarakatnya serta dijalankan perintahnya. Hak untuk memilih adalah
artinya wajib untuk memilikki hak setiap warga negara yang tinggal dalam suatu
negara untuk memilih agama/kepercayaannya sesuai dengan apa yang
dipersyaratkan.
Contoh bentuk implementasinya
adalah, bahwa di Indonesia dengan keanekaragaman bangsa dan negaranya terdapat
budaya toleransi beragama. Berikut artikel terkait, yaitu diantaranya sebagai
berikut :
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mengatakan bahwa kunjungan
pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia dan Kepala Negara Vatikan Paus
Fransiskus ke Indonesia tersebut merupakan tanda bahwa Indonesia merupakan
negara yang mengedepankan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Kepala Kesekretariatan Markas
(Kasetma) Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser Rudy Mujianto
mengatakan Indonesia harus bangga karena dikunjungi Paus Fransiskus, yang
merupakan salah satu tokoh besar di dunia. "Kedatangan Paus Fransiskus
merupakan perwujudan dari toleransi antarumat beragama di Indonesia. Hal ini
adalah implementasi dari apa yang telah tertuang dalam UUD 1945 dan
Pancasila," kata Rudy Mujianto. Lebih lanjut ia menyambut positif langkah -
langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk membuat situasi tetap aman dan
kondusif, sehingga kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia bisa terlaksana.






Komentar
Posting Komentar