Pertemuan Ke 10 Semester Genap Kelas XI/4/9
IDENTITAS :
1. Nama
Guru : Amelia
Agestin, S.Pd.,
2. Mata
Pelajaran :
Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XI.4/9/Genap
4. Pertemuan : 10
MATERI : Bentuk & Kerjasama Internasional Serta Tujuan/Manfaat Hubungan Internasional
CAPAIAN
PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
- Peserta
didik mampu menganalisis dinamika peran Indonesia dalam konsep hubungan
internasional dan sistem perdamaian dunia sesuai Undang - Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
- Peserta
didik mampu mendemonstrasikan hasil analisis tentang peran Indonesia dalam
perdamaian dunia sesuai Undang - Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945
TUJUAN
PEMBELAJARAN :
- Menjelaskan konsep hubungan internasinal dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara
- Mengidentifikasi apa saja bentuk kerjasama
internasional
METODE
PEMBELAJARAN :
- Diskusi
& Tanya Jawab
- Inquiry
Based Learning
PENGEMBANGAN
MATERI :
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Bagaimana
kabarnya anak – anak Ibu Sayang Kelas XI, semoga semuanya dalam keadaan
bahagia, sehat dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini,
sudah siap belajar? Kita akan mulai kembali pembelajaran kita di pertemuan kali
ini dengan membahas materi terakhir kita di Bab 5 Tentang (Bentuk &
Kerjasama Internasional Serta Tujuan/Manfaat Hubungan Internasional). Apa saja
Kerjasama Internasional yang dilaksanakan NKRI ?
Kita akan bahas pada materi kali ini.
A)
Bentuk – Bentuk Hubungan Internasional
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kerja sama diartikan sebagai kegiatan yang
dilakukan oleh beberapa orang, lembaga, pemerintahan, dan sebagainya untuk
mencapai tujuan bersama. Sementara itu, kerjasama internassional merupakan
usaha yang dilakukan suatu negara, menyangkut aspek hubungan bilateral,
regional, dan internasional untuk mencapai kesepakatan dan tujuan
bersama. Bentuk - Bentuk Kerjasama Internasional tersebut diantaranya
sebagai berikut :
1. Hubungan
Bilateral
Hubungan bilateral
menyangkut hubungan atau kebijakan aksi bersama antara 2 pihak. Hubungan bilateral
adalah hubungan antara dua negara yang tujuannya saling menguntungkan kedua
belah pihak. Istilah bilateral biasanya diaplikasikan pada persoalan politik,
ekonomi dan keamanan antar 2 negara. Hubungan ini dapat terjadi bila kedua
negara memiliki hubungan diplomatik dan saling menempatkan wakilnya di tiap - tiap
negara. Menurut Anak Agung Banyu Perwita & Yanyan Mochamad Yani
mengatakan bahwa dalam proses hubungan bilateral biasanya ditentukan oleh 3
motif, yaitu memelihara kepentingan nasional, memelihara perdamaian dan meningkatkan
kesejahteraan ekonomi. Tujuan dari adanya hubungan bilateral salah satunya
adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.
Contoh
Kerjasama Hubungan Bilateral :
Kementerian
Pendidikan RI melakukan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Belanda untuk
mengembangkan kolaborasi dengan membuka peluang baru untuk kemitraan di
tingkat pemerintah dan perguruan tinggi atau lembaga ilmu pengetahuan di
Indonesia dan Belanda.
Pada Juli Tahun
2022 lalu, Pemerintah RI mengungkapkan tengah memprioritaskan upaya untuk
meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui beragam terobosan program
Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Salah satunya adalah melalui program
International Student Mobility Awards (IISMA) atau pertukaran mahasiswa
internasional. Pemerintah Indonesia juga mengajak perguruan tinggi terbaik yang
ada di Belanda untuk membuka kampus di Indonesia.
2. Hubungan
Regional
Kerja sama
regional adalah kerja sama yang dilakukan oleh negara-negara yang berada di
suatu kawasan tertentu yang biasanya berdekatan. Tujuan kerja sama regional
biasanya sesuai kepentingan masing - masing negara. Namun, secara umum untuk
memajukan negara - negara yang berada di suatu kawasan atau wilayah. Faktor
pendorong kerja sama ini biasanya berdasarkan kedekatan wilayah dan kesamaan
kepentingan, persamaan latar belakang sejarah (history), sumber daya
alam serta orientasi pemasaran produk ekspor.
Contoh
Kerjasama Hubungan Regional :
1. Asosiasi
Negara - Negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asia Nations/ASEAN)
ASEAN
merupakan organisasi yang beranggotakan 10 negara yang ada di Asia Tenggara. Organisasi
ini pertama kali dibentuk oleh 5 negara pada tanggal 08 Agustus 1967. Dari 5
negara pendiri tersebut, Indonesia adalah salah satunya yang mengikuti sebuah
pertemuan di Bangkok Thailand hingga muncul perjanjian yang dikenal dengan nama
Deklarasi Bangkok.
Kerjasama
antar negara ini dilakukan dengan tujuan untuk menggalang kerja sama
antarnegara anggota untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selain itu,
organisasi ini dibuat sebagai cara mendorong perdamaian dan stabilitas wilayah
setiap negara.
2. Forum
Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF)
ARF adalah
forum yang dibentuk oleh ASEAN pada tahun 1994. Forum ini dibentuk dengan
tujuan sebagai tempat konsultasi mengenai beragam hal yang berkaitan dengan
politik dan keamanan di kawasannya. Selain itu, forum ini juga akan membahas
dan menyamakan pandangan antar negara peserta untuk memperkecil ancaman
terhadap stabilitas dan keamanan.
Forum ini
terdiri dari 27 negara, yaitu seluruh anggota ASEAN dan 10 negara Mitra Wicara
ASEAN, yaitu Amerika Serikat, Kanada, China, India, Jepang, Korea Selatan,
Rusia, Selandia Baru, & Uni Eropa. Ada juga beberapa negara di sekitar
kawasan ASEAN, yaitu Papua Nugini, Mongolia, Korea Utara, Pakistan, Timor - Leste,
Bangladesh, dan Sri Lanka yang juga tergabung.
3. Hubungan
Multilateral
Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, multilateral artinya melibatkan/mengikutsertakan lebih
dari 2 bangsa (pihak lain dan sebagainya). Menurut Cambridge English
Dictionary, multilateral merupakan kegiatan yang melibatkan lebih dari 2
kelompok/negara. Kerjasama dalam hal ini tidak dibatasi oleh kawasan tertentu.
Kerja sama multilateral adalah kerjasama yang diselenggarakan oleh bangsa - bangsa
di dunia tanpa memandang wilayah/perkembangan perekonomian suatu negara. Kerjasama
multilateral bertujuan untuk memajukan negara – negara anggotanya sesuai dengan
visi dan misi organisasi internasional yang dibentuk.
Contoh
Kerjasama Hubungan Multilateral :
1. Perserikatan
Bangsa - Bangsa (PBB)
Organisasi
internasional ini memiliki anggota dari seluruh negara di dunia. PBB/Perserikatan
Bangsa - Bangsa bertujuan untuk menjalin kerjasama dalam berbagai bidang
seperti hukum, keamanan, ekonomi, sosial, hak asasi manusia, dan perdamaian
antar negara di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang terlibat
dalam kerjasama multilateral di dalam PBB/Perserikatan Bangsa - Bangsa.
2. Bank
Dunia
Bank Dunia juga
dikenal sebagai World Bank merupakan lembaga keuangan yang membantu pembangunan
negara di sektor keuangan. Tugas utama Bank Dunia adalah memberikan bantuan
keuangan kepada negara - negara anggota untuk membangun kembali negaranya pasca
peperangan atau terjadinya suatu masalah di negara tersebut. Kerjasama yang
terjadi dalam hal ini dapat berupa investasi asing, pinjaman jangka panjang,
dan bentuk pendanaan lainnya yang berkaitan dengan keuangan negara.
B) Tujuan
Hubungan Internasional
Tujuan
utama dari adanya hubungan internasional adalah menjaga perdamaian dan keamanan
internasional. Selain itu, hubungan internasional juga bertujuan untuk
meningkatkan kerjasama internasional dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya
dan lain sebagainya. Tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan hubungan
internasional, diantaranya sebagai berikut :
1. Pembentukan
1 negara RI yang berbentuk kesatuan dan demokratis
2. Pembentukan
1 masyarakat yang adil dan Makmur
3.
Pembentukan 1 hubungan persahabatan yang baik antar negara
4. Mempertahankan
kemerdekaan bangsa dan keselamatan negara
C) Manfaat
Adanya Hubungan Internasional Untuk Sebuah Negara
Hubungan/Kerjasama
Internasional bukan hanya tentang negara - negara yang saling bersaing dalam
mencapai kepentingan nasional, tetapi juga tentang kolaborasi dan kompromi yang
bertujuan untuk mencapai keamanan global yang berkelanjutan. Dengan demikian, Hubungan
/Kerjasama internasional menjadi wadah bagi negara - negara dan aktor non - negara
untuk bekerja sama dalam menangani masalah - masalah yang tidak dapat
diselesaikan secara individu dan menghadapi tantangan dunia yang semakin
kompleks. Selain itu, hubungan/kerjasama internasional memiliki manfaat yang
luas untuk sebuah negara, diantaranya sebagai berikut :
1. Sarana
Diplomatik
Hubungan/kerjasama
internasional memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan diplomatik
antara negara - negara di seluruh dunia. Melalui hubungan/kerjasama internasional,
negara - negara dapat saling berkomunikasi, bernegosiasi, dan bekerja sama
dalam menyelesaikan masalah global yang kompleks. Hubungan/kerjasama
internasional yang terjalin dalam bidang politik dapat membantu mengatasi
tantangan bersama seperti perubahan iklim, konflik bersenjata, dan kemiskinan.
Dengan memanfaatkan alat diplomatik dan forum internasional, Hubungan/kerjasama
internasional memiliki potensi untuk membangun kerangka kerja yang saling
menguntungkan antara negara-negara dan mencapai solusi yang berkelanjutan bagi
tantangan global.
2.
Melestarikan Budaya Bangsa/Negara
Hubungan/kerjasama
internasional juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam memperkaya
kebudayaan suatu negara dan memperluas pemahaman tentang keberagaman budaya di
dunia. Melalui pertukaran budaya, seperti pertukaran seni, musik, bahasa, dan
tradisi, negara - negara dapat saling memperkaya dan memperkukuh identitas
budaya mereka. Pengaruh budaya dari negara lain juga dapat membuka mata kita
terhadap keanekaragaman dunia dan mempromosikan toleransi serta penghargaan
terhadap perbedaan. Dalam konteks ini, hubungan/kerjasama internasional
berperan sebagai jembatan yang menghubungkan dan memfasilitasi interaksi budaya
yang saling menguntungkan antara negara - negara.
3.
Mempromosikan Ideologi Bangsa/Negara
Selain itu,
hubungan/kerjasama internasional memiliki peran yang signifikan dalam
mempromosikan nilai - nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan perdamaian dunia.
Melalui diplomasi dan kerjasama internasional, negara - negara dapat bekerja
bersama untuk memperkuat prinsip - prinsip demokrasi, menghormati hak asasi
manusia, dan mendorong keadilan sosial di seluruh dunia. Dalam konteks ini, hubungan/kerjasama
internasional berfungsi sebagai platform untuk menyampaikan dan
memperjuangkan ideologi - ideologi yang mendorong perubahan positif dan
membangun kerangka kerja yang berlandaskan perdamaian, keadilan, dan
kesejahteraan.
4. Menjaga
Keamanan & Integritas Bangsa/Negara
Hubungan/kerjasama internasional juga memiliki peran penting dalam memperkuat keamanan nasional suatu negara dengan menjalin kerjasama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Negara - negara seringkali melakukan kerjasama dalam hal pertukaran intelijen, penanggulangan terorisme, penyebaran senjata nuklir, dan keamanan maritim. Dalam era globalisasi dan ancaman yang bersifat transnasional, kerjasama di bidang keamanan menjadi semakin penting untuk melindungi kepentingan nasional dan menjaga stabilitas regional. Dengan demikian, hubungan/kerjasama internasional memiliki peran strategis dalam membangun kerangka kerja keamanan yang saling menguntungkan antara negara - negara di dunia.
Demikian
pembelajaran kita pada hari ini, terkait materi tentang (Bentuk & Kerjasama
Internasional Serta Tujuan/Manfaat Hubungan Internasional). Terimakasih anak – anak
Ibu Kelas XI sayang, semoga dapat memahami materi ini dengan baik, kita akan lanjutkan
pembelajaran kita minggu depan dan jangan lupa kerjakan tugas yang telah ibu
berikan untuk bahan evaluasi pembelajaran kita di materi kali ini, sampai jumpa
di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar