Pertemuan Ke 5 Semester Genap Mapel Pkn (X.5)
IDENTITAS :
1. Nama Guru : Amelia Agestin, S.Pd.,
2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : X.5/Genap
4. Pertemuan : 3
MATERI : Kebhinekaan Sebagai Modal Pembangunan Indonesia
CAPAIAN PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
- Peserta didik dapat mengidentiikasi pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas; serta memahami makna dan nilai dari keragaman.
- Peserta didik dapat mengidentifikasi respons terhadap kondisi dan keadaan yang ada di lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih baik.
- Peserta didik juga dapat mengidentifikasi perlunya melakukan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung, dan mengkaji makna dan manfaat hidup dalam kebhinekaan, kaya akan kearifan lokal, dan memilih produk dalam negeri.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Mampu menjelaskan asal – usul dan makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
- Mengenal konsep gotong royong sebagai perwujudan ekonomi pancasila yang inklusif dan berkeadilan.
- Melakukan kegiatan secara bersama – sama berdasarkan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni dalam keberagaman.
METODE PEMBELAJARAN :
- Diskusi & Tanya Jawab
- Inquiry Based Learning
PENGEMBANGAN MATERI :
Assalamualaikum Wr.Wb.
Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang Kelas X.5, semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini, kita akan mulai kembali pembelajaran di pertemuan ke 2 di Semester Genap Tahun 2025 ini dengan membahas materi mengenai (Kebhinekaan Sebagai Modal Pembangunan Indonesia) dalam lingkup materi tentang (Perwujudan Gotong Royong Dalam Ekonomi Pancasila).
A. Konsep Gotong Royong
Dalam kehidupan sehari – hari, bangsa Indonesia terkenal dengan ciri khasnya mengenai bentuk kerja sama, yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan suatu hal yang dilakukan secara bersama – sama/kolektif agar dapat mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan. Konsep gotong royong bisa diwujudkan dalam berbagai hal, terutama yang menyangkut kepentingan bersama – sama agar sesuai dengan yang diharapkan. Seperti misalnya, gotong royong memperbaiki jalan atau tempat ibadah di sekitar lingkungan, mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru/dosen sampai berkolaborasi dalam sistem Pembangunan Indonesia di berbagai sektor terkait.
B. Faktor Pendorong & Penghambat Gotong Royong
Beberapa faktor pendorong terjadinya konsep gotong royong, yaitu diantaranya :
1. Tuntutan untuk bertahan hidup, mendorong manusia untuk menjaga hubungan baik dengan sesama
2. Ada kesadaran dalam diri sendiri untuk saling membantu dan mengutamakan kepentingan bersama – sama
3. Memilikki kecenderungan hidup berkelompok
Beberapa faktor pendorong terjadinya konsep gotong royong, yaitu diantaranya :
1. Rasa individualisme yang kuat
2. Terdapat adanya perbedaan pendapat di beberapa hal
3. Kurangnya rasa percaya diri dan keinginan untuk dapat berinteraksi
C. Perwujudan Konsep Gotong Royong Dalam Ekonomi Pancasila
Ekonomi berdasarkan Pancasila mencerminkan terwujudnya asas kekeluargaan, dalam penyelenggaraan ekonomi di Indonesia haruslah berlandaskan atas kepentingan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Penyelenggaraan ekonomi melalui demokrasi ekonomi dan politik memilikki tujuan untuk dapat menciptakan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia (Peraturan BPIP RI No. 2 Tahun 2022). Ekonomi yang diselenggarakan berdasarkan konsep Pancasila adalah kolaborasu antara prinsip – prinsip demokrasi ekonomi yang dikonsepsikan para pendiri bangsa berlandaskan asas dan semangat bergotong royong. Ekonomi Pancasila diselenggarakan dengan tujuan mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dan tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945. Menurut Edi Swasono (Ahmad, 2020), sistem ekonomi Pancasila memusatkan pada wawasan sila – sila Pancasila dengan ciri khas sebagai berikut :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa : Konsep ekonomi yang dikembangkan dengan memperhatikan prinsip etis dan moral agama/keyakinan, bukan berlandaskan ideologi/pemahaman saja.
2. Kemanusiaan Yang Adil & Beradab : Konsep ekonomi yang diselenggarakan dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan dan HAM, sehingga tidak adanya eksploitasi dan diskrimanasi.
3. Persatuan Indonesia : Konsep ekonomi yang diselenggarakan berlandaskan konsep kebersamaan dan kekeluargaan, sehingga tidak ada kepentingan – kepentingan tertentu yang tercipta.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan : Konsep ekonomi yang tercipta berlandaskan kedaulatan untuk kesejahteraan rakyat, dengan mengutamakan kepentingan hidup rakyat dengan tetap berlandaskan prinsip perekonomian nasional.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : Konsep ekonomi yang diselenggarakan dengan mengutamakan prinsip keadilan dan kemakmuran terhadap rakyat. Keadilan yang mendasar dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Latihan Soal :
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan badan usaha yang dikelola negara dan memilikki peranan penting dalam perekonomian nasional ?
Jelaskan komponen mengenai BUMN tersebut, UU yang mengatur, fungsi dan tujuan serta wewenangnya. Dan berikan 2 contoh penjelasan BUMN di sektor tertentu yang tertarik untuk dipelajari, Menurut Pendapatmu.
NOTE : TULISKAN JUDUL & LINK NYA
Demikian pembelajaran kita pada hari ini, terkait materi tentang (Kebhinekaan Sebagai Modal Pembangunan Indonesia).), terimakasih anak – anak Ibu Sayang Kelas X.5, semoga dapat memahami materi ini dengan baik, kita akan lanjutkan pembelajaran kita minggu depan, dan jangan lupa kerjakan tugas yang telah ibu berikan untuk kita bahas bersama – sama nantinya, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar