Pertemuan Ke 2 Semester Genap Mapel Pkn (X.5)
IDENTITAS :
1. Nama Guru : Amelia
Agestin, S.Pd.,
2. Mata Pelajaran :
Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XI.4/9/Genap
4. Pertemuan : 2
MATERI : Kebhinekaan
Sebagai Modal Pembangunan Indonesia
CAPAIAN PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
- Peserta
didik dapat mengidentiikasi pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional,
nasional, dan global terhadap pembentukan identitas; serta memahami makna dan
nilai dari keragaman.
- Peserta didik dapat
mengidentifikasi respons terhadap kondisi dan keadaan yang ada di
lingkungan dan masyarakat untuk menghasilkan kondisi dan keadaan yang lebih
baik.
- Peserta didik juga dapat
mengidentifikasi perlunya melakukan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam
dunia yang saling terhubung, dan mengkaji makna dan manfaat hidup dalam kebhinekaan,
kaya akan kearifan lokal, dan memilih produk dalam negeri.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
- Mampu menjelaskan
asal – usul dan makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
- Mengenal konsep
gotong royong sebagai perwujudan ekonomi pancasila yang inklusif dan
berkeadilan.
- Melakukan kegiatan
secara bersama – sama berdasarkan prinsip gotong royong untuk membangun harmoni
dalam keberagaman.
METODE PEMBELAJARAN :
- Diskusi & Tanya Jawab
- Inquiry Based Learning
PENGEMBANGAN MATERI :
Assalamualaikum Wr.Wb.
Bagaimana kabarnya anak – anak Ibu Sayang Kelas X.5, semoga semuanya dalam keadaan bahagia, sehat dan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari ini, kita akan mulai kembali pembelajaran di pertemuan ke 2 di Semester Genap Tahun 2025 ini dengan membahas lingkup materi mengenai (Kebhinekaan Sebagai Modal Pembangunan Indonesia).
A. Sejarah & Asal – Usul Bhinneka Tunggal Ika
Bhinneka Tunggal Ika merupakan ungkapan dalam Bahasa
Sanskerta dan Semboyan Nasional Bangsa Indonesia yang memiliki arti berbeda - beda
tetapi tetap satu jua (Artinya, dalam perbedaan, tetap ada
persatuan). Semboyan ini diabadikan di bawah Lambang Negara Indonesia,
yaitu pada cakar burung Garuda Indonesia. Ungkapan Bhinneka Tunggal Ika
ini merupakan kutipan yang berasal dari Kakawin Sutasoma karya Mpu
Tantular. Dari kutipan dalam ungkapan tersebut dapat dipahami, bahwa isi Kakawin
Sutasoma tersebut mengajak Rakyat Majapahit untuk mengembangkan sikap
toleransi serta saling menerima dan menghormati perbedaan, terutama perbedaan
agama/keyakinan. Karena, pada masa itu terdapat 2 agama besar di Kerajaan
Majapahit, yaitu Hindu & Buddha. Kakawin Sutasoma memilikki makna agar para umat beragama ini
dapat diajar dan diajak agar tidak melihat perbedaan agama sebagai halangan
untuk Bersatu, karena mereka pada dasarnya mengarah ke tujuan yang sama, yaitu
kebenaran.
Dalam Kakawin Sutasoma, Mpu Tantular membuat kutipan tersebut sebagai titik temu agama - agama yang berbeda di Nusantara. Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa keanekaragaman ini justru menjadikan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang saling bersatu. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini mampu menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga dan bukan menjadi faktor terjadinya konflik atau perpecahan.
B. Makna Bhinneka Tunggal Ika
Dalam konteks NKRI, bhinneka Tunggal ika digunakan
untuk menggambarkan corak persatuan rakyat Indonesia. Corak persatuan rakyat Indonesia
adalah persatuan dalam keberagaman atau ketunggalan dalam kebhinekaan. Makna Bhinneka
Tunggal Ika cocok dengan realitas yang ada pada masyarakat Indonesia yang
beragam, tetapi memilikki keinginan bersama – sama untuk bersatu. Konsep
bhinneka Tunggal ika adalah ajaran, ajakan dan pemahaman untuk tetap bersatu,
karena perbedaan bukanlah halangan adanya persatuan. Indonesia yang meliputi
suku, agama, budaya dan adat istiadat merupakan satu kesatuan yang utuh dan
saling melengkapi satu sama lainnya.
Bhinneka Tunggal Ika menjadi simbol negara Indonesia,
karena mengacu pada keadaan faktual bangsa Indonesia. Keberagaman yang dilihat
dari berbagai segi, seperti wilayah, suku, budaya, adat istiadat dan agama,
menjadikan bangsa Indonesia sebagai masyarakat majemuk. Namun, keberagaman
tersebut adalah perbedaan yang bersifat partikular. Karena, di atas semua
perbedaan tersebut ada 1 identitas yang menyatukan menjadi 1 kesatuan yang utuh,
yaitu “Bangsa Indonesia”. Konsep Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa seluruh Bangsa
Indonesia berhak dan bebas menjalankan kehidupan dengan menerapkan nilai –
nilai dalam Pancasila dan sesuai dengan yang dikehendaki tiap – tiap individunya.
C. Bhinneka Tunggal Ika & Lambang Garuda Pancasila
Sejarah mengenai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak terlepas dari Lambang Negara RI, Garuda Pancasila. Lambang Negara Garuda Pancasila dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika resmi digunakan dalam sidang kabinet RIS Tanggal 11 Februari 1950. Akan tetapi lambang dan semboyan negara baru diperkenalkan pada tanggal 17 Agustus 1950. Pasal 1 Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 1951 menjelaskan terkait 3 bagian yang terdapat dalam Lambang Negara RI. Penjelasan selengkapnya juga terdapat pada PP RI No.66 Tahun 1951 dan ditegaskan kembali dalam UU RI Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, & Lagu kebangsaan.
Latihan Soal :
Carilah Artikel/Berita Terkait Mengenai Penyimpangan Keberagaman
Melalui Bhinneka Tunggal Ika & Bagaimana Penyelesaian Solusi Terkait Hal
Tersebut ?
NOTE : TULISKAN JUDUL & LINK NYA
Demikian pembelajaran kita pada hari ini, terkait
materi tentang (Kebhinekaan Sebagai Modal Pembangunan Indonesia).), terimakasih
anak – anak Ibu Sayang Kelas X.5, semoga dapat memahami materi ini dengan baik,
kita akan lanjutkan pembelajaran kita minggu depan, dan jangan lupa kerjakan
tugas yang telah ibu berikan untuk kita bahas bersama – sama nantinya, sampai
jumpa di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar