Pertemuan Ke 16 Pendidikan Pancasila (PKN)/Kelas XI
IDENTITAS
:
1. Nama
Guru : Amelia Agestin, S.Pd.,
2. Mata
Pelajaran : Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XI/4/9/Ganjil
4. Pertemuan : 16
MATERI
: Bhinneka Tunggal Ika & Penyelesaian Konflik Di
Indonesia (Kehidupan Masyarakat Indonesia Yang Rawan Konflik, Penyebab &
Solusi Penyelesaiannya)
CAPAIAN
PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
1. Peserta
didik mampu menganalisis potensi konflik dan memberi solusi di tengah keberagaman
dalam masyarakat ; Serta peserta didik berperan dapat aktif mempromosikan
Bhinneka Tunggal Ika.
TUJUAN
PEMBELAJARAN :
- Menganalisis potensi – potensi konflik di Indonesia.
- Memberikan solusi terkait permasalahan konflik di
tengah keberagaman masyarakat.
- Berperan aktif dalam mempromosikan Bhinneka Tunggal Ika
- Menggambarkan pengaruh globalisasi pada semua aspek kehidupan serta
menjelaskan eksistensi Pancasila pada era globalisasi saat ini.
METODE
PEMBELAJARAN :
-
Ceramah
-
Diskusi
-
Pembelajaran Berbasis Inkuiri (Inquiry Based Learning)
PENGEMBANGAN
MATERI :
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Bagaimana
kabarnya hari ini anak – anak Ibu Kelas XI, semoga semuanya dalam keadaan
bahagia dan sehat selalu, hari ini kita masuk ke dalam Materi terakhir di
Semester I ini, yaitu di Bab 3 Tentang Bhinneka Tunggal Ika & Penyelesaian
Konflik Di Indonesia, apakah kalian mengetahui tentang konsep Bhinneka Tunggal
Ika serta apa yang menyebabkan terjadinya konflik di NKRI ?
Pembahasan
:
A.
Kehidupan Masyarakat Indonesia Yang Rawan Konflik
Sebagai
makhluk sosial, kehidupan manusia tidak terlepas dari suatu permasalahan yang
dikenal sebagai konflik sosial, baik secara individual, kelompok dan lain
sebagainya. Menurut sifatnya, konflik sosial dibedakan menjadi 2, yaitu konflik
destruktif & konflik konstruktif. Dimana 2 sifat dalam konflik sosial ini
memilikki perbedaan yang mendasar. Konflik sosial merupakan suatu permasalahan
yang akan sulit dipecahkan & dicarikan solusinya. Masing – masing pihak
yang terlibat dalam konflik tersebut akan menyebut dirinya sebagai korban. Hal
inilah yang memicu timbulnya rasa ingin balas dendam melalui berbagai cara.
1.
Masyarakat Indonesia & Konflik Sosial
Indonesia
merupakan negara yang kaya akan keberagaman, mulai dari suku, budaya, agama,
bahasa, antargolongan hingga lainnya. Potensi keberagaman yang dimilikki oleh
bangsa Indonesia inilah yang kemudian menjadi anugerah yang wajib disyukuri.
Namun, keberagaman bangsa Indonesia juga rentan menjadi sumber dan menimbulkan
berbagai masalah – masalah konflik sosial. Konflik sosial yang timbul sebagai
akibat dari adanya keberagaman masyarakat antara lain adalah timbulnya
pertentangan antarbudaya, kecemburuan sosial, sentimen kedaerahan, dan
perubahan nilai budaya sebagai akibat adanya globalisasi (Putri, 2020).
Keberagaman
yang ada inilah yang memicu munculnya konflik di NKRI. Wujud konflik sosial
yang muncul pun beragam. Konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat dapat
menjadi ancaman bagi integrasi sosial dan menganggu sistem sosial yang ada di
masyarakat, dan akan berdampak pada terganggunya kegiatan maupun aktivitas
masyarakat dalam kehidupan sehari – hari.
Menurut
Soerjono Soekanto (Astri, 2011), mengklasifikasikan bentuk
– bentuk dan jenis dari konflik sosial diantaranya sebagai berikut :
1. Konflik Pribadi : Konflik yang terjadi dalam diri seseorang terhadap orang lain
2.
Konflik Rasial : Konflik yang terjadi pada suatu negara yang memilikki berbagai macam keberagaman suku ataupun ras
3. Konflik Antarkelas : Konflik yang terjadi karena adanya kelas - kelas sosial yang berbeda pada suatu masyarakat
4. Konflik Politik Antargolongan Dalam 1 Masyarakat Ataupun Antar Negara Yang Berdaulat : Konflik politik ini dapat terjadi jika setiap anggotaa dan golongan masyarakat melakukan politik yang berbeda - beda dalam menanggapi suatu isu atau permasalahan
5. Konflik Bersifat Internasional : Konflik yang terjadi sebagai akibat adanya perbedaan kepentingan yang menyangkut kedaulatan dari suatu negara yang saling berkonflik.
2.
Konflik Sosial Di Republik Indonesia
Beberapa
contoh konflik sosial yang pernah terjadi di Indonesia diantaranya sebagai
berikut :
1.
Konflik Sosial Suku Sampit
2.
Konflik Sosial Lampung & Bali
3.
Konflik Sosial Aceh
4. Kerusuhan 1998
B. Penyebab Konflik & Solusi Penyelesaiannya
1.
Penyebab Konflik Yang Biasanya Sering Terjadi Di Masyarakat
-
Perbedaan Individu
-
Perbedaan Kebudayaan
-
Perbedaan Kepentingan
-
Perubahan Sosial Yang Terlalu Cepat
2. Solusi Penyelesaian Konflik Yang Biasanya Sering Terjadi Di Masyarakat
Solusi
penyelesaian konflik di Indonesia diantaranya dijelaskan di Pasal 1 Ayat 4
Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial yang
dijelaskan bahwa, penghentian konflik adalah serangkaian kegiatan untuk mengakhiri
kekerasan, menyelamatkan korban, membatasi perluasan dan mengeskalasi konflik
serta mencegah bertambahnya jumlah korban dan kerugian harta benda. Dalam Pasal
2 Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2012 ini juga dijelaskan bahwa penanganan
konflik harus mencerminkan asas – asas kemanusiaan, hak asasi manusia, kebangsaan,
kekeluargaaan, kebhinneka Tunggal ika yang berkeadilan, kesetaraan gender,
ketertiban dan kepastian hukum, keberlanjutan, kearifan lokal, tanggung jawab
negara, partisipatif, tidak memihak dan tidak membeda – bedakan. Berikut adalah
beberapa Solusi mengatasi konflik sosial diantaranya sebagai berikut :
- Konsiliasi : Pengendalian konflik yang dilakukan oleh lembaga tertentu yang dinilai dapat memberikan keputusan yang adil.
- Arbitrasi : Pengendalian konflik sosial melalui pihak ketiga dan kedua belah pihak yang berkonflik menyetujuinya.
- Mediasi : Pengendalian konflik saat pihak yang memilikki konflik akan menunjuk pihak ketiga dan akan bertindak sebagai mediator/fasilitator.
-
Ajudikasi : Penyelesaian konflik melalui meja hijau pengadila/peradilan.
- Koersi :Penyelesaian konflik dengan memaksa pihak yang bersangkutan untuk mengadakan perdamaian.
- Kompromi : Akomodasi yang dilakukan jika pihak - pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutan agar tercapai penyelesaian dan perselisihan.
- Toleransi : Penyelesaian konflik ketika terdapat sikap saling menghargai dan menghormati pendirian dari masing - masing pihak yang sedang berkonflik (Ulfa, 2021).
3.
Cara Untuk Mengantisipasi Timbulnya Konflik Di Masyarakat
-
Menumbuhkan Sikap Toleransi
-
Membuka Dialog/Diskusi
-
Menanamkan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari - Hari
Tugas!
1.
Konflik sosial termasuk dalam salah satu bentuk … nasional ?
a.
Integrasi
b.
Ancaman
c.
Keanekaragaman
d.
Persatuan
e.
Kesatuan
2.
Berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya konflik
sosial, kecuali ?
a.
Membuka Dialog Bersama
b.
Mengedepankan Kepentingan/Pendapat Sendiri
c.
Menumbuhkan Sikap Toleransi
d.
Menanamkan Nilai – Nilai Pancasila
e.
Menghormati Adanya Perbedaan
Demikian
pembelajaran kita hari ini anak – anak, semoga dapat memahami pembelajaran
dengan baik terkait materi di Bab 3 kita mengenai Bhinneka Tunggal Ika &
Penyelesaian Konflik Di Indonesia, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Selamat melanjutkan pembelajaran individu dirumah masing-masing dan jangan lupa
kerjakan tugas yang ibu berikan anak – anak ibu sayang, goodluck..
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar