Pertemuan Ke 6 Pendidikan Pancasila (PKN)/Kelas XI
IDENTITAS :
1. Nama Guru : Amelia
Agestin, S.Pd.,
2. Mata Pelajaran :
Pendidikan Pancasila (Pkn)
3. Kelas : XI/4/9/Ganjil
4. Pertemuan : 6
MATERI : Pancasila
Sebagai Ideologi Terbuka Di Tengah Kehidupan Global (Penerapan Nilai – Nilai
Pancasila Dalam Kehidupan Global Berbangsa & Bernegara)
CAPAIAN
PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :
Peserta didik
mampu menganalisis kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka; serta peluang
dan tantangan penerapan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global; peserta
didik mampu menerapkan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan sehari - hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN :
-
Mendeskripsikan
rumusan dan keterkaitan sila - sila dalam Pancasila.
- Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai
ideologi
negara.
- Menganalisis peluang dan tantangan penerapan
nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global.
- Membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai
- nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari - hari.
METODE
PEMBELAJARAN :
-
Ceramah
-
Diskusi/Presentasi Kelompok
-
Pembelajaran Berbasis Cerita/Kisah/Contoh Peristiwa
PENGEMBANGAN
MATERI :
Bagaimana kabarnya hari ini anak – anak Ibu Kelas XI, semoga semuanya dalam keadaan Bahagia dan sehat selalu, hari ini kita akan membahas materi mengenai pancasila sebagai ideologi terbuka di tengah kehidupan global (penerapan nilai – nilai pancasila dalam kehidupan global berbangsa & bernegara).
Pancasila merupakan
landasan dari visi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan nilai
– nilai luhur yang perlu kita hayati. Penghayatan mengenai nilai – nilai inti
dari Pancasila tersebut jika dipelajari secara mendalam akan membuat bangsa
Indonesia bisa memperkuat jati diri, karakter juga identitas yang memilikki
sikap atau kepribadian berasaskan dengan Pancasila. Menurut Septianingrum,
2021 pancasila digunakan sebagai prinsip negara dalam pemerintahan dan
mementingkan semua komponen Indonesia di dalamnya. Dalam era globalisasi saat
ini, tentu memilikki dampak yang ditimbulkan baik itu positif ataupun negatif,
salah satu yang paling berpengaruh adalah merosotnya nilai – nilai luhur yang
ada di Indonesia, seperti budaya luar yang bertentangan dengan isi dari
Pancasila itu sendiri.
Berkaitan dengan hal
tersebut, solusi untuk membangun kesadaran akan pentingnya Pancasila adalah
melalui pendidikan yang layak. Agar setiap individu mampu untuk menerapkan
nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila di kehidupan berbangsa dan
bernegara. Hal ini berkaitan dengan generasi penerus yang akan datang akan
tetap bisa merasakan, menghayati, serta mengamalkan nilai – nilai Pancasila,
dan juga agar inti dari nilai luhur tersebut akan selalu terjaga dan akan
menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia selamanya.
Serangkaian nilai - nilai
yang terdapat dalam ke - 5 sila di Pancasila, yaitu diantaranya :
1. Ketuhanan Yang Maha
Esa, yaitu nilai ketuhanan adalah nilai yang memperlihatkan bahwa negara
Indonesia sebagai negara yang religius. Maka dari itu, seluruh warga negara
Indonesia menganut agama yang Amanah dan berbeda – beda sesuai dengan
kepercayaannya masing - masing.
2. Kemanusiaan Yang Adil &
Beradab, yaitu nilai – nilai kemanusiaan merupakan nilai yang membentuk warga
negara Indonesia untuk senantiasa berlaku adil serta manusiawi kepada semua
individu, seperti yang kita ketahui bahwa warga negara Indonesia berasal dari
berbagai latar belakang yang berbeda - beda.
3. Persatuan Indonesia, yaitu
nilai persatuan merupakan nilai yang mengandung makna bahwa setiap warga negara
Indonesia diharapkan untuk selalu bersatu dan tidak boleh terpecah belah karena
adanya perbedaan.
4. Kerakyatan Yang
Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, yaitu nilai
kerakyatan disini adalah nilai yang memperlihatkan bahwa negara harus
mendahulukan rakyat. Dan negara merupakan suatu sistem dari, oleh, dan untuk
rakyat.
5. Keadilan Sosial Bagi
Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu nilai keadilan merupakan nilai yang membentuk
semua warga negara Indonesia untuk senantiasa berlaku adil terhadap semua
individu tanpa adanya diskriminasi, semua kekayaan diperuntukan demi
kebahagiaan bersama - sama.
Pada saat ini kita sedang
berada di Abad 21, Abad 21 ditandai dengan kemajuan ilmu teknologi yang sangat
pesat. Pertukaran informasi, penggunaan internet, pemanfaatan data besar (big
data) dan teknologi otomatisasi adalah fenomena yang dapat dirasakan saat
ini, terutama yang berada di daerah perkotaan. 30 tahun yang lalu, akses dan
penyebaran informasi tentu tidak secepat saat ini. Apalagi pada era – era
kemerdekaan Indonesia, dimana teknologi masih sangat terbatas. Ketika berbicara
mengenai bidang pekerjaan/profesionalisme, banyak pekerjaan yang pada
abad sebelumnya masih dibutuhkan tetapi pada abad ini mulai tidak lagi
dibutuhkan. Komisi dalam Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) mengatakan bahwa
sampai pada tahun 2030 akan ada 2 miliar pekerja/pegawai di seluruh dunia yang akan
kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh teknologi. Namun di sisi lain, akan
ada banyak jenis pekerjaan baru yang tidak ada pada Abad ke 20.
A. Tantangan Ideologi
Pada era teknologi
informasi, Pancasila akan diuji seiring dengan masuknya ideologi – ideologi
alternatif yang masuk dengan cepat ke sendi – sendi kehidupan berbangsa dan
bernegara. Sementara itu dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Pancasila adalah ideologi negara yang harus dipatuhi dan menjadi alat pemersatu
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ideologi – ideologi
tersebut yang bisa kita kenali diantaranya radikalisme, ekstremisme, dan
terorisme. Ideologi – ideologi ini memberikan pemahaman yang kurang
relevan dengan konsep negara kesatuan republik Indonesia. Ekstremisme merupakan
suatu pilihan sadar untuk bisa menggunakan kekerasan atau dalam rangka
mendukung penggunaan kekerasan demi meraih keuntungan politik, agama, dan
ideologi. Hal ini juga dapat dimaknai sebagai dorongan dan dukungan, keterlibatan
diri, serta motivasi dalam rangka membenarkan secara ideologis untuk meraih
tujuan – tujuan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Selain itu, tak kalah
membahayakan adalah paham konsumerisme yang merupakan paham terhadap
gaya hidup yang menganggap barang – barang mahal/mewah sebagai ukuran
kebahagiaan, kesenangan dan lain – lain. Akibatnya, terkadang demi mencapai
kebahagiaan yang terletak pada aktivitas membeli barang/sesuatu itu seseorang bisa
melakukan apa saja, sekalipun melanggar norma dan konstitusi.
Ekstremisme, Radikalisme,
Terorisme & Konsumerisme tentu bertentangan dengan
nilai – nilai dalam Pancasila. Sebagaimana kita lihat dan ketahui, bahwa
ideologi – ideologi tersebut tentu saja tidak tumbuh dari tradisi luhur bangsa
Indonesia, karena Indonesia memilikki budaya luhur seperti kekeluargaan, tenggang
rasa. gotong royong, dan lain sebagainya. Misalnya, paham terorisme diantaranya
yang ada di tengah masyarakat, yang mana menimbulkan situasi cemas dan rasa
takut terhadap individu atau kelompok tertentu yang mengakibatkan kehancuran
bahkan kerusakan secara luas, perbuatan ini tidak dibenarkan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara di Indonesia, dan jelas bahwa ketentuannya diatur dalam
peraturan perundang – undangan yakni, Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2003.
B. Hoaks & Post
Truth
Dampak nyata dari
berkembangnya teknologi di era modern adalah meluasnya informasi. Dampak pertama
dari berkembangnya teknologi terbarukan adalah kita diberikan bermacam – macam
informasi, kalau pada zaman dahulu informasi disampaikan hanya melalui lembag –
Lembaga tertentu, namun pada era saat ini setiap dari kita bahkan bisa menjadi
konsumen dan produsen informasi. Ada di dalam dunia teknologi yang sudah modern
4.0 yang sangat pesat akan informasi, membuat kitab isa menjumpai berbagai
informasi yang kita inginkan dari yang positif sampai dengan negatif. Dengan
demikian, banyak dijumpai beredarnya hoaks atau informasi palsu di media
massa/sosial.
Dampak kedua dari
beredarnya informasi adalah membawa kita pada suatu kondisi yang disebut dengan
post – truth (pasca kebenaran). Post Truth adalah kondisi dimana fakta
objektif tidak lagi memberikan pengaruh besar dalam membentuk opini publik,
tetapi ditentukan oleh sentiment dan kepercayaan. Misalnya, ketika
seseorang membenci kelompok tertentu, apapun informasi buruk tentang orang
tersebut akan dianggap sebagai kebenaran. Dampak yang terakhir dari beredar
dengan luasnya arus informasi adalah masyarakat mudah diprovokasi, diadu domba,
dihasut dan ditanamkan benih kebencian melalui informasi – informasi palsu yang
terus – menerus disampaikan dan dianggap suatu kebenaran, akibatnya bisa
terjadi permusuhan atau perpecahan dengan mudah ditengah – tengah masyarakat.
Contoh Soal
& Pembahasan :
Soal :
Simak Pernyataan Berikut
Ini!
1. Rara dan Ani adalah
teman sekelas yang akrab. Sampai suatu Ketika mereka berselisih paham dan
akhirnya bermusuhan satu dengan lainnya. Rara berusaha membentuk opini publik agar
ikut serta membenci Ani dengan informasi – informasi yang belum tentu
kebenarannya atau bisa dikatakan palsu. Pernyataan tersebut berkaitan dengan
pengertian dari dampak dari berkembangnya teknologi yaitu ?
A. Tantangan
B. Ideologi
C. Post Truth
D. Teknologi Informasi
E. Ketahanan Mental
Pembahasan :
Berusaha membentuk opini
publik agar ikut serta membenci seseorang dengan informasi – informasi yang
belum tentu kebenarannya atau bisa dikatakan palsu agar mudah terprovokasi
sehingga timbul perpecahan bahkan permusuhan, merupakan definisi dari C. Post
Truth
Latihan Soal :
1. Suatu pilihan sadar
untuk bisa menggunakan kekerasan atau dalam rangka mendukung penggunaan
kekerasan demi meraih keuntungan politik, agama, ideologi dan juga dimaknai
sebagai dorongan dan dukungan, keterlibatan diri, serta motivasi dalam rangka
membenarkan secara ideologis untuk meraih tujuan – tujuan sosial, ekonomi, politik
dan lainnya merupakan pengertian dari suatu paham ?
A. Ekstremisme
B. Terorisme
C. Radikalisme
D. Komunisme
E. Konsumerisme
KESIMPULAN :
Pancasila yang
sesungguhnya merupakan ideologi terbuka, yaitu ideologi terbuka yang menyerap
nilai – nilai baru yang dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup bangsa dan
negara. Namun, di sisi lain diharuskan adanya kehati – hatian & kewaspadaan
nasional terhadap ideologi baru. Karena, apabila Indonesia tidak cermat, maka masyarakat
akan cenderung ikut arus ideologi – ideologi tersebut. Sedangkan, ideologi asli
bangsa Indonesia yakni ideologi Pancasila sering kali terlupakan baik nilai –
nilai maupun implementasinya dalam kehidupan sehari – hari. Implementasi atau
penerapan nilai – nilai Pancasila dalam era globalisasi berbangsa &
bernegara bisa dilakukan dengan diantaranya sebagai berikut :
1. Memanfaatkan kemajuan
teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat.
2. Membumikan nilai –
nilai Pancasila melalui pendidikan dan pembelajaran yang berkesinambungan serta
berkelanjutan di semua lini dan wilayah.
3. Mengamalkan secara
berkala dan terus – menerus nilai – nilai Pancasila & mempertahankan
identitas bangsa serta meningkatkan ketahanan mental dan ideologi bangsa.
Demikian materi kita hari
ini tentang mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Di Tengah Kehidupan
Global (Penerapan Nilai – Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Global Berbangsa
& Bernegara), terimakasih anak – anak Ibu Kelas XI, semoga dapat memahami
materi dengan baik, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar