Pertemuan Ke 6 Pendidikan Pancasila (PKN)/Kelas XI

 

IDENTITAS :

1. Nama Guru : Amelia Agestin, S.Pd.,

2. Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila (Pkn)

3. Kelas : XI/1/7/8/Ganjil

4. Pertemuan : 6

MATERI : Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Di Tengah Kehidupan Global (Penerapan Nilai – Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Global Berbangsa & Bernegara)

CAPAIAN PEMBELAJARAN/KOMPETENSI DASAR :

Peserta didik mampu menganalisis kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka; serta peluang dan tantangan penerapan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global; peserta didik mampu menerapkan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan sehari - hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan  sila - sila dalam Pancasila.

- Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai  ideologi negara.

- Menganalisis peluang dan tantangan  penerapan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan global.

- Membiasakan perilaku yang sesuai dengan  nilai - nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari - hari.

METODE PEMBELAJARAN :

- Ceramah

- Diskusi/Presentasi Kelompok

- Pembelajaran Berbasis Cerita/Kisah/Contoh Peristiwa

PENGEMBANGAN MATERI :

Assalamualaikum Wr.Wb.

Bagaimana kabarnya hari ini anak – anak Ibu Kelas XI, semoga semuanya dalam keadaan Bahagia dan sehat selalu, hari ini kita akan membahas materi mengenai pancasila sebagai ideologi terbuka di tengah kehidupan global (penerapan nilai – nilai pancasila dalam kehidupan global berbangsa & bernegara).





Pancasila merupakan landasan dari visi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan nilai – nilai luhur yang perlu kita hayati. Penghayatan mengenai nilai – nilai inti dari Pancasila tersebut jika dipelajari secara mendalam akan membuat bangsa Indonesia bisa memperkuat jati diri, karakter juga identitas yang memilikki sikap atau kepribadian berasaskan dengan Pancasila. Menurut Septianingrum, 2021 pancasila digunakan sebagai prinsip negara dalam pemerintahan dan mementingkan semua komponen Indonesia di dalamnya. Dalam era globalisasi saat ini, tentu memilikki dampak yang ditimbulkan baik itu positif ataupun negatif, salah satu yang paling berpengaruh adalah merosotnya nilai – nilai luhur yang ada di Indonesia, seperti budaya luar yang bertentangan dengan isi dari Pancasila itu sendiri.

Berkaitan dengan hal tersebut, solusi untuk membangun kesadaran akan pentingnya Pancasila adalah melalui pendidikan yang layak. Agar setiap individu mampu untuk menerapkan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini berkaitan dengan generasi penerus yang akan datang akan tetap bisa merasakan, menghayati, serta mengamalkan nilai – nilai Pancasila, dan juga agar inti dari nilai luhur tersebut akan selalu terjaga dan akan menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia selamanya.

Serangkaian nilai - nilai yang terdapat dalam ke - 5 sila di Pancasila, yaitu diantaranya :

1. Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu nilai ketuhanan adalah nilai yang memperlihatkan bahwa negara Indonesia sebagai negara yang religius. Maka dari itu, seluruh warga negara Indonesia menganut agama yang Amanah dan berbeda – beda sesuai dengan kepercayaannya masing - masing.

2. Kemanusiaan Yang Adil & Beradab, yaitu nilai – nilai kemanusiaan merupakan nilai yang membentuk warga negara Indonesia untuk senantiasa berlaku adil serta manusiawi kepada semua individu, seperti yang kita ketahui bahwa warga negara Indonesia berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda - beda.

3. Persatuan Indonesia, yaitu nilai persatuan merupakan nilai yang mengandung makna bahwa setiap warga negara Indonesia diharapkan untuk selalu bersatu dan tidak boleh terpecah belah karena adanya perbedaan.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, yaitu nilai kerakyatan disini adalah nilai yang memperlihatkan bahwa negara harus mendahulukan rakyat. Dan negara merupakan suatu sistem dari, oleh, dan untuk rakyat.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu nilai keadilan merupakan nilai yang membentuk semua warga negara Indonesia untuk senantiasa berlaku adil terhadap semua individu tanpa adanya diskriminasi, semua kekayaan diperuntukan demi kebahagiaan bersama - sama.

Pada saat ini kita sedang berada di Abad 21, Abad 21 ditandai dengan kemajuan ilmu teknologi yang sangat pesat. Pertukaran informasi, penggunaan internet, pemanfaatan data besar (big data) dan teknologi otomatisasi adalah fenomena yang dapat dirasakan saat ini, terutama yang berada di daerah perkotaan. 30 tahun yang lalu, akses dan penyebaran informasi tentu tidak secepat saat ini. Apalagi pada era – era kemerdekaan Indonesia, dimana teknologi masih sangat terbatas. Ketika berbicara mengenai bidang pekerjaan/profesionalisme, banyak pekerjaan yang pada abad sebelumnya masih dibutuhkan tetapi pada abad ini mulai tidak lagi dibutuhkan. Komisi dalam Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) mengatakan bahwa sampai pada tahun 2030 akan ada 2 miliar pekerja/pegawai di seluruh dunia yang akan kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh teknologi. Namun di sisi lain, akan ada banyak jenis pekerjaan baru yang tidak ada pada Abad ke 20.

A. Tantangan Ideologi

Pada era teknologi informasi, Pancasila akan diuji seiring dengan masuknya ideologi – ideologi alternatif yang masuk dengan cepat ke sendi – sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara itu dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila adalah ideologi negara yang harus dipatuhi dan menjadi alat pemersatu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ideologi – ideologi tersebut yang bisa kita kenali diantaranya radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Ideologi – ideologi ini memberikan pemahaman yang kurang relevan dengan konsep negara kesatuan republik Indonesia. Ekstremisme merupakan suatu pilihan sadar untuk bisa menggunakan kekerasan atau dalam rangka mendukung penggunaan kekerasan demi meraih keuntungan politik, agama, dan ideologi. Hal ini juga dapat dimaknai sebagai dorongan dan dukungan, keterlibatan diri, serta motivasi dalam rangka membenarkan secara ideologis untuk meraih tujuan – tujuan sosial, ekonomi, politik dan lainnya. Selain itu, tak kalah membahayakan adalah paham konsumerisme yang merupakan paham terhadap gaya hidup yang menganggap barang – barang mahal/mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan dan lain – lain. Akibatnya, terkadang demi mencapai kebahagiaan yang terletak pada aktivitas membeli barang/sesuatu itu seseorang bisa melakukan apa saja, sekalipun melanggar norma dan konstitusi.

Ekstremisme, Radikalisme, Terorisme & Konsumerisme tentu bertentangan dengan nilai – nilai dalam Pancasila. Sebagaimana kita lihat dan ketahui, bahwa ideologi – ideologi tersebut tentu saja tidak tumbuh dari tradisi luhur bangsa Indonesia, karena Indonesia memilikki budaya luhur seperti kekeluargaan, tenggang rasa. gotong royong, dan lain sebagainya. Misalnya, paham terorisme diantaranya yang ada di tengah masyarakat, yang mana menimbulkan situasi cemas dan rasa takut terhadap individu atau kelompok tertentu yang mengakibatkan kehancuran bahkan kerusakan secara luas, perbuatan ini tidak dibenarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, dan jelas bahwa ketentuannya diatur dalam peraturan perundang – undangan yakni, Undang – Undang Nomor 15 Tahun 2003.

B. Hoaks & Post Truth

Dampak nyata dari berkembangnya teknologi di era modern adalah meluasnya informasi. Dampak pertama dari berkembangnya teknologi terbarukan adalah kita diberikan bermacam – macam informasi, kalau pada zaman dahulu informasi disampaikan hanya melalui lembag – Lembaga tertentu, namun pada era saat ini setiap dari kita bahkan bisa menjadi konsumen dan produsen informasi. Ada di dalam dunia teknologi yang sudah modern 4.0 yang sangat pesat akan informasi, membuat kitab isa menjumpai berbagai informasi yang kita inginkan dari yang positif sampai dengan negatif. Dengan demikian, banyak dijumpai beredarnya hoaks atau informasi palsu di media massa/sosial.

Dampak kedua dari beredarnya informasi adalah membawa kita pada suatu kondisi yang disebut dengan post – truth (pasca kebenaran). Post Truth adalah kondisi dimana fakta objektif tidak lagi memberikan pengaruh besar dalam membentuk opini publik, tetapi ditentukan oleh sentiment dan kepercayaan. Misalnya, ketika seseorang membenci kelompok tertentu, apapun informasi buruk tentang orang tersebut akan dianggap sebagai kebenaran. Dampak yang terakhir dari beredar dengan luasnya arus informasi adalah masyarakat mudah diprovokasi, diadu domba, dihasut dan ditanamkan benih kebencian melalui informasi – informasi palsu yang terus – menerus disampaikan dan dianggap suatu kebenaran, akibatnya bisa terjadi permusuhan atau perpecahan dengan mudah ditengah – tengah masyarakat.

 Contoh Soal & Pembahasan :

Soal :

Simak Pernyataan Berikut Ini!

1. Rara dan Ani adalah teman sekelas yang akrab. Sampai suatu Ketika mereka berselisih paham dan akhirnya bermusuhan satu dengan lainnya. Rara berusaha membentuk opini publik agar ikut serta membenci Ani dengan informasi – informasi yang belum tentu kebenarannya atau bisa dikatakan palsu. Pernyataan tersebut berkaitan dengan pengertian dari dampak dari berkembangnya teknologi yaitu ?

A. Tantangan

B. Ideologi

C. Post Truth

D. Teknologi Informasi

E. Ketahanan Mental

Pembahasan :

Berusaha membentuk opini publik agar ikut serta membenci seseorang dengan informasi – informasi yang belum tentu kebenarannya atau bisa dikatakan palsu agar mudah terprovokasi sehingga timbul perpecahan bahkan permusuhan, merupakan definisi dari C. Post Truth

Latihan Soal :

1. Suatu pilihan sadar untuk bisa menggunakan kekerasan atau dalam rangka mendukung penggunaan kekerasan demi meraih keuntungan politik, agama, ideologi dan juga dimaknai sebagai dorongan dan dukungan, keterlibatan diri, serta motivasi dalam rangka membenarkan secara ideologis untuk meraih tujuan – tujuan sosial, ekonomi, politik dan lainnya merupakan pengertian dari suatu paham ?

A. Ekstremisme

B. Terorisme

C. Radikalisme

D. Komunisme

E. Konsumerisme

KESIMPULAN :

Pancasila yang sesungguhnya merupakan ideologi terbuka, yaitu ideologi terbuka yang menyerap nilai – nilai baru yang dapat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Namun, di sisi lain diharuskan adanya kehati – hatian & kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru. Karena, apabila Indonesia tidak cermat, maka masyarakat akan cenderung ikut arus ideologi – ideologi tersebut. Sedangkan, ideologi asli bangsa Indonesia yakni ideologi Pancasila sering kali terlupakan baik nilai – nilai maupun implementasinya dalam kehidupan sehari – hari. Implementasi atau penerapan nilai – nilai Pancasila dalam era globalisasi berbangsa & bernegara bisa dilakukan dengan diantaranya sebagai berikut :

1. Memanfaatkan kemajuan teknologi yang menarik bagi generasi muda dan masyarakat.

2. Membumikan nilai – nilai Pancasila melalui pendidikan dan pembelajaran yang berkesinambungan serta berkelanjutan di semua lini dan wilayah.

3. Mengamalkan secara berkala dan terus – menerus nilai – nilai Pancasila & mempertahankan identitas bangsa serta meningkatkan ketahanan mental dan ideologi bangsa.

Demikian materi kita hari ini tentang mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Di Tengah Kehidupan Global (Penerapan Nilai – Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Global Berbangsa & Bernegara), terimakasih anak – anak Ibu Kelas XI, semoga dapat memahami materi dengan baik, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Komentar